Serat PLA merupakan serat yang dapat terurai secara hayati dengan tipe sirkulasi alami, yang terbuat dari asam laktat dari pati. Serat tersebut tidak menggunakan minyak bumi dan bahan baku kimia lainnya, limbahnya di tanah dan air laut dalam aksi mikroorganisme, dapat diurai menjadi karbon dioksida dan air, tidak akan mencemari lingkungan bumi. Karena bahan asli serat tersebut adalah pati, siklus regenerasi serat tersebut pendek, sekitar satu hingga dua tahun. Pembakaran serat PLA, hampir tanpa oksida nitrat, panas pembakarannya sekitar sepertiga dari polietilena dan polipropilena.
1. Generasi baru kain felt berbahan serat jarum PLA, 100% biodegradable (48 bulan)
2.100% PLA
3. Sangat mudah untuk ditangani dan diletakkan, dapat dimekanisasi
4.Warna netral
Mikroba menguraikan lebih cepat. Setelah terurai, material akan sepenuhnya diubah menjadi air, metana, karbon dioksida, dan limbah organik tanpa menimbulkan polusi pada lingkungan.
Karena serat tersebut hanya terurai di tempat pembuangan sampah atau badan air mikroba, serat tersebut sangat tahan lama sebagai bahan kain pakaian.
Selain digunakan untuk pakaian, serat PLA juga dapat digunakan secara luas dalam teknik sipil, bangunan, pertanian, kehutanan, akuakultur, industri kertas, perawatan kesehatan, dan produk rumah tangga. Serat PLA juga dapat digunakan untuk menghasilkan bahan kemasan yang dapat terurai secara hayati.
1. Biodegradabilitas - Keuntungan utama penggunaan PLA untuk kemasan adalah biodegradabilitasnya. Dengan proses dan bahan baku yang berkelanjutan, PLA merupakan pilihan yang ramah lingkungan untuk aplikasi kemasan.
2. Pengurangan karbon - Emisi gas rumah kaca yang dihasilkan selama proses produksi PLA lebih rendah dibandingkan plastik lainnya. Bahkan, emisi gas rumah kaca bersih dari keseluruhan proses produksi PLA dapat dianggap negatif. Bagaimana mungkin? Karbon dioksida dikonsumsi selama pertumbuhan jagung.
3. Sifat isolasi – Untuk kemasan, PLA umumnya digunakan sebagai isolator yang efektif untuk mengontrol suhu barang. Insulasi PLA membantu menjaga suhu internal produk sekitar 4 derajat Celcius pada suhu ruangan rata-rata 25-30 derajat Celcius hingga 30 jam.
4. Termoplastik – PLA bersifat termoplastik, artinya ketika dipanaskan pada titik lelehnya 150 hingga 160 derajat Celcius, ia akan berubah menjadi cairan. Ini berarti PLA dapat digunakan kembali, didinginkan, dan dipanaskan kembali untuk membentuk bentuk lain tanpa degradasi. Hal ini menjadikan PLA material yang diinginkan untuk didaur ulang.
5. Bebas asap beracun atau polusi – PLA tidak mengeluarkan asap beracun saat teroksidasi dan oleh karena itu menjadi bahan yang sangat populer untuk mengemas produk farmasi dan kimia serta makanan dan minuman. Mengapa? Sangat penting untuk tidak mencemari barang-barang yang sangat sensitif selama penyimpanan dan pengangkutan demi melindungi baik petugas penanganan maupun pengguna akhir.
Selain itu, PLA sepenuhnya terurai menjadi karbon dioksida dan air melalui pengomposan, artinya tidak ada racun atau zat berbahaya yang dihasilkan dan tidak ada polusi yang dilepaskan ke lingkungan.